Monday, March 16, 2020

Penjual Jahe Merah Raup Cuan Gara-gara Corona

Penjual jahe merah akui untung pada saat pandemi Corona COVID-19 merebak. Hal itu dirasa langsung oleh Marni (37), salah satunya penjual jahe merah di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.



Pengamatan detikcom, Selasa (17/3/2020), Marni menjual jahe merahnya di Jalan Raya Cileunyi-Cibiru. Tidak cuma jahe merah, Marni menjual rempah-rempah yang lain dalam suatu wadah yang berlainan.

Baca Juga : Akreditasi Jurusan UM

Ada pula temulawak, kunci serta kunyit hitam. Tidak cuma menyimpannya di wadah, Marni memberikan info masalah manfaat rempah-rempah itu, ada yang bermanfaat buat mengobati sakit lambung, cholesterol serta diabetes.

"Saat ini penjualan naik, semenjak ramai corona," kata Marni.

Disamping itu, Marni menjelaskan, harga perkilogram jahe merah naik Rp 5 ribu, dari Rp 75 ribu, jadi Rp 80 ribu. " Naiknya, Rp 5 ribu," katanya.

Marni tidak menyebutkan, angka keuntungan yang dia bisa, dia berujar penjualan bertambah sampai 50 %. Marni menjelaskan, jahe merah banyak dicari beberapa konsumen. Beberapa puluh kg jahe merah dapat ludes dalam satu hari.

Baca Juga : Universitas Negeri Malang

"Satu hari ada seputar 20 kg, alhamdullilah," katanya.

Menurut dia, jahe merah mempunyai manfaat tinggi untuk badan. Diantaranya untuk jaga ketahanan badan. "Manfaat banyak, badan jadi hangat. Jahe merah ini lain dengan jahe biasa, lebih panas. Jahe merah ini membuat ketahanan badan terbangun," tuturnya.

Meskipun begitu, Marni menjelaskan, jahe merah susah dicari di daerah Kabupaten Bandung serta sekelilingnya. Dia datangkan jahe merah langsung dari Sumedang serta Yogyakarta.

"Jahenya ini dari Tanjungkerta Sumedang serta Yogyakarta. Kebetulan saya orang Yogyakarta, jika di sini (Bandung) sulit carinya. Serta yang dari Pasar Baru Bandung serta Cimahi, beli jahe merahnya ke saya," ujarnya.
2 Lampiran

No comments:

Post a Comment