Friday, January 11, 2019

Selama Proses Rehab, 30 Ribu Siswa Menumpang Belajar di Sekolah Lain

Seputar 30 ribu murid dari SD, SMP, serta SMA di Jakarta sudah mengungsi saat proses rehab sekolah di tahun 2018. Mereka lalu menyebar di sejumlah sekolah lainnya serta beberapa balai masyarakat.

Baca juga : Biaya Kuliah UNDIKSHA - Pendaftaran UNDIKSHA

Sekretaris Dinas Pendidikan, Susi Nurhayati menjelaskan, relokasi sesaat siswa itu telah dikerjakan semenjak Juni kemarin. “Nah saat ini proses administarasinya tengah di percepat. Kami harap beberapa puluh sekolah yang telah tuntas rehab itu dapat di pakai,” kata Susi, Selasa (8/1/2019).

Untuk proses rehab keseluruhan ini, Susi menjelaskan ada seputar 98 sekolah yang direhab serta menyebar di enam lokasi DKI, termasuk juga Kabupate Kepulauan Seribu.

Dari beberapa puluh itu, enam salah satunya jadi sekolah percontohan serta sisi dari ramah disabilitas, sekolah itu biasanya bercat putih serta mempunyai sarana nyaman dan aman untuk golongan disabilitas. “Nilai proyeknya seputar Rp 1,8 triliun yang terdiri dari lima paket,” katanya.

Baca juga : Biaya Kuliah BSI

Meskipun begitu, dianya tidak tutup peluang beberapa sekolah yang masuk rehab keseluruhan pun dibuat nyaman buat disabilitas. Hal tersebut berlangsung di SDN 04 Tanjung Duren, dalam tempat itu, kata Susi, perancangan untuk ramah disabilitas perlahan-lahan dibuat.

Thursday, January 10, 2019

Dipicu Saling Teriak Antara Napi dan Pembesuk, Rutan Surakarta Rusuh

Terdapatnya sama-sama beradu teriakan pada pembesuk serta penghuni tahanan, menyebabkan kerusuhan di Rutan Kelas I Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).

Baca juga : Jurusan di STMI

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja memaparkan jika peristiwa berawal ada 20 orang penjenguk hadir serta dibagi per grup 5 orang untuk masuk dengan waktu 20 menitan untuk menjumpai tahanan di aula.

“Namun, waktu kloter ke-2 serta pembesuk akan pulang, mereka meneriakkan takbir. Teriakan dibalas dengan nada mirip hewan dari tahanan Blok C1 atau Narapidana kriminil,” papar Agus.

Ia mengatakan, grup Agus Ardiansyah als Bebek (Narapidana masalah Pencurian), Ucok Devran Devries (Narapidana masalah Pencurian) serta Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet (Masalah penganiayaan) yang awal mulanya sempat berlangsung kericuhan mendatangi Narapidana Blok C1 lalu berlangsung tindakan sama-sama lempar batu.

Baca juga : Jurusan di STKS

"Lihat peristiwa itu, pembesuk langsung diminta keluar oleh pihak Pengamanan Rutan serta tahanan dari grup yang dibesuk pun dipindahkan ke Ruangan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Sedang, dari pihak Narapidana Kriminil berupaya menyerobot sampai menjebol pintu Blok C1 dengan Blok B," katanya.

Setelah itu, lanjut ia, dikerjakan evakuasi serta perpindahan tahanan ke Sragen serta Kedung Pane Semarang untuk kurangi perseteruan yang berkepanjangan.

Wednesday, January 9, 2019

Bank Dunia Ungkap Faktor Penghambat Ekonomi Global

Bank Dunia mengingatkan penambahan resiko atau yang disebutnya menjadi 'langit makin gelap' buat ekonomi dunia. Dalam penilaian tahunan pada prospek keadaan global, Bank Dunia meramalkan perkembangan selalu bersambung walau cukup lamban untuk tahun ini serta setelah itu.

Seperti dikutip BBC, prediksi Bank Dunia untuk ekonomi global yaitu ekspansi tahun ini sebesar 2,9% dan 2,8% pada tahun 2020. Tapi dalam pandangan mereka dengan luas, mengutamakan pada meningkatnya kecemasan yang dapat memengaruhi kapasitas ekonomi tidak berhasil.

Baca juga : Biaya Kuliah UNPAR

Tentu saja ada pula berita baik dalam laporan Bank Dunia. Waktu ekonomi global melambat, kemungkinan itu yang dimaksud oleh beberapa ekonom menjadi "soft landing". Perlambatan diawali pada pertengahan tahun lantas serta selama ini berjalan teratur, atau tidak ada gejolak bermakna.

Perlambatan diperkirakan akan konsentrasi pada beberapa negara kaya, terpenting Amerika Serikat (AS) walau selalu berkembang bertambah cepat dibanding zone euro atau Jepang menurut ramalan Bank Dunia. Tertahannya ekonomi AS adalah, efek mulai memudarnya kebijakangan pengurangan pajak oleh Presiden Trump.

Ditambah pada tahun 2021, pertumbuhannya diperkirakan menyusut hampir 1/2 jadi 1,6% dibanding dengan 2,9% tahun kemarin. Di lain sisi, perkembangan pasar negara berkembang serta ekonomi emerging market akan makin bertambah saat China selalu melambat, yang diawali pad awal dekade ini.

Pada tahun 2021, perkembangan China diprediksikan sampai 6%, yang masih tetap cukuplah kuat, tapi ini adalah pergantian berarti buat perekonomian yang bertambah rata-rata 10% tiap-tiap tahunnya pada periode 1980 serta 2010.

Franziska Ohnsorge, seseorang ekonom Bank Dunia serta penulis penting laporan itu menjelaskan, dalam satu interviu BBC: "Di China ada eksperimen kebijaksanaan, berarti perlambatan yang disengaja ke arah perkembangan periode panjang yang lebih konstan."

Baca juga : Biaya Kuliah TEL-U

Itu yang menurut Bank Dunia, berkaitan peluang kapasitas ekonomi dunia saat beberapa tahun ke depan. Tapi ada resiko yang dapat bermakna, semua bisa jadi tidak berjalan dengan baik. Perdagangan internasional telah melemah serta perseteruan perdagangan terpenting pada AS serta Cina jadi salah satunya resiko penting.

Perang itu jadi yang paling besar, sebab menyertakan dua ekonomi nasional paling besar di planet ini. Bank Dunia sudah mengkalkulasi jika 2,5% dari perdagangan global di pengaruhi oleh tarif baru -pajak perdagangan- yang diresmikan pada kedua-duanya.

Bahkan juga punya potensi jadi 2x lipat, bila tarif selalu diimplementasikan. Risikonya masih tinggi, serta dapat mendesak kegiatan ekonomi di dua ekonomi raksasa ini. Perkembangan yang lebih lamban di China terpenting jadi permasalahan buat beberapa negara berkembang yang mengekspor komoditas industri, daya serta logam.

Faktanya sebab China ialah konsumen besar beberapa produk itu. Franziska Ohnsorge menjelaskan diantara mereka AS serta China memberi 20% dari perdagangan global serta 40% dari PDB global. Bila ekonomi mereka saling terpukul, tuturnya, "itu ialah suatu yang akan berasa di semua (dunia)".

Bank Dunia tidak menginginkan krisis pada dua ekonomi terebesar dunia itu, walau beberapa komentator saat ini memprediksi AS ke arah pelemahan pada sebuah tahun depan. Tapi bila itu berlangsung, resiko krisis global akan bertambah tajam. Di waktu lantas, masih juga dalam laporan Bank Dunia, resiko krisis global pada sebuah tahun ialah 7%. Tapi bila AS alami penurunan, probabilitasnya naik sampai 50%.

Monday, January 7, 2019

Pasang di PJU, Pemkot Jaksel: Bendera Parpol Sudah Ditertibkan Bawaslu

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan sudah bekerjasama dengan Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menertibkan bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di tiang Penerangan Jalan Umum (PJU). Bendera parpol (partai politik) itu dipasang di tiang PJU Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan.

Baca juga : Jurusan di UMB

"Saya telah pengaturan sama Bawaslu, Bawaslu mengambil beberapa langkah jadi telah diatasi sama Bawaslu. Spanduk atau banner yang terpasang tengah dikerjakan penertibkan sama Bawaslu. Oleh Bawaslu Jakarta Selatan,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali waktu di konfirmasi, Senin (7/1/2019).

Marullah mengakui siap jika pihak Bawaslu Jakarta Selatan minta pertolongan Satpol PP untuk melepaskan banner partai berlambang kepala banteng itu.

"Jika ia perlu pertolongan kita turunkan Pol PP. Tetapi namanya Pol PP BKO sebab yang miliki pekerjaan kan Bawaslu hubungan pelanggaran pemilu," sambungnya.

Baca juga : Jurusan di UK MARANATHA

Ia memberikan, sekarang ini bendera partai penguasa itu tengah ditertibkan. Pihak Pemkot Jakarta Selatan menolong proses penertiban itu. "Telah meminta. Tuturnya mereka saat ini tengah dikerjakan penertiban," tutupnya.

Sunday, January 6, 2019

Dicoret Sebagai Panelis Debat Capres, Ini Reaksi BW

Bekas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto dicoret menjadi Panelis pada Debat Capres-Cawapres 2019 step pertama yang akan diselenggarakan pada 17 Januari yang akan datang. Pria yang akrab dipanggil BW itu juga mengemukakan komentarnya.

Baca juga : Biaya Kuliah UNSIL - Pendaftaran UNSIL

"Saya baru baca WA bakda Subuh ini dari KPU. Infonya benar. Biarkanlah yang terunggul untuk bangsa ini yang nantinya akan berlangsung," tutur BW waktu dihubungi, Sabtu (5/1/2019).

BW mengharap, ketetapan KPU serta dua team pasangan calon mencoret dianya sebab dilandasi pertimbangan serta kebijaksanaan yang mulai. Selain itu, BW memandang faktanya, intensitas kejahatan korupsi masih tetap menyandera serta semakin kuat mencengkram bangsa ini. "Hingga terdapat beberapa kesempatan untuk berkiprah serta ikut serta dalam usaha pemberantasan korupsi dimana juga saja," tuturnya.

Baca juga : Biaya Kuliah UNIKOM - Pendaftaran UNIKOM

Diluar itu, BW mengatakan telah 73 tahun kemerdekaan, dia mengharap janji Republik sesuai dengan pembukaan konstitusi untuk mendatangkan kesejahteraan serta keadilan sosial buat semua rakyat Indonesia bisa selekasnya diwujudkan oleh Presiden yang akan diambil rakyat pada April tahun 2019 kelak. "Mudah-mudahan akal sehat serta kewarasan masih membimbing bangsa itu. Jayalah Nusa serta Pertiwiku," pungkasnya.

Friday, January 4, 2019

Flyover Kembali Alami Pergeseran, Kini Giliran Flyover Kodim Kemayoran

 Pergeseran di bagian jalan layang non tol atau flyover kembali berlangsung di Jakarta. Sesudah Flyover Rawa Buaya serta Flyover Pesing yang ada di Jakarta Barat, sekarang giliran Flyover Kodim Kemayoran, Jakarta Pusat, yang alami pergeseran.

Baca juga : Jurusan di UPNVJ

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Juang Andi mengutarakan, pihaknya terima info awal pergeseran Flyover Kodim Kemayoran itu dari laporan penduduk. Penduduk memberikan laporan terdapatnya kerenggangan pada sambungan jembatan layang yang ke arah Timur.

Pihaknya lalu lakukan penelusuran. Info itu nyatanya benar, serta diketemukan ada kerenggangan di tubuh jalan flyover.

Untuk hindari peristiwa yang tidak diharapkan, Juang telah tempatkan anggotanya di tempat.

"Anggota di lapangan saya instruksikan untuk menyarankan pada pemakai jalan selalu waspada," tutur AKBP Juang pada wartawan, Jumat (4/1/2019).

Baca juga : Jurusan di UPNYK

Juang memberikan, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Bina Marga DKI supaya jembatan layang non tol itu selekasnya diperbaiki.

"Kami pun sudah kooordinasi dengan Dinas PU supaya diperbaiki agar tidak bahayakan penguna jalan," ujarnya.

Wednesday, January 2, 2019

Tes Membaca Alquran Capres-Cawapres, Pengamat: Sifatnya Hanya Sunah

Pengamat politik dari Kampus Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, memandang undangan tes membaca Alquran dari Dewan Ikatan Dai Aceh tidak harus didatangi oleh pasangan capres serta wapres (capres-cawapres) Pemilu 2019. Tes membaca Alquran tidak ada dalam tingkatan pemilu yang sudah diputuskan oleh Komisi Penentuan Umum (KPU).

Baca juga : Biaya Kuliah IPB - Pendaftaran IPB

"Sebenarnya semua mesti ikuti ketentuan yang telah ditata oleh konstitusi yang lalu di uraikan oleh KPU dalam ketentuannya (Ketentuan KPU), yang lalu jadi beberapa tahapan pemilu," tutur Ujang pada SINDOnews, di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Karena tidak ada dalam Ketentuan Komisi Penentuan Umum (PKPU), Ujang memandang undangan itu cuma berbentuk sunah atau tidak harus.

"Semestinya beberapa calon calon melakukan kerjakan dahulu yang harus suatu yang ada pada ketentuan, baru yang sunah. Dalam kerangka pemilu ini, ngaji itu sunah sebab bukan suatu keharusan. Terkecuali negara kita ialah negara yang berpedoman azas Islam baru," kata Ujang.

Menurut Ujang, hal itu sangatlah kental dengan politik saluran, di mana semasing orang tengah mencari kelemahannya, serta diantaranya dengan tes membaca Alquran.

Baca juga : Biaya Kuliah ITB - Pendaftaran ITB

"Karena itu penduduk menduga-duga, pada akhirnya penduduk menginterpretasikan jika mengaji ialah menjadi satu bentuk animo di luar barusan. Seperti ada pula debat Bahasa Inggris lah," kata Ujang.

Jika memang mengaji itu sebab tuntutan penduduk serta masukan penduduk, katanya, itu bukan dikerjakan waktu resmi, tetapi diselenggarakan di luar resmi. "Misalnya, di acara spesifik yang sifanya non resmi," tutupnya.